| 16 July 2003 |
| JANGAN KORBANKAN LINGKUNGAN DEMI INDSUTRIALISASI |
Liburan sekolah tahun ini 24 pelajar Di Kali Tengah Driyorejo Gresik yang tergabung dari gen-XL (Generasi anti Limbah Beracun) mengisinya dengan aksi-aksi peduli lingkungan. Pelajar SLTP dan SMU yang telah mendapatkan bekal pelatihan detektif lingkungan ini secara spontan mengidentifikasikan masalah lingkungan disekitar mereka, berdiskusi dan menyampaikan hasil temuan ini kepada DPRD Kabupaten Gresik.
“Kami merasakan semakin parahnya lingkungan hidup disekitar kami, terutama pencemaran kali tengah yang diakibatkan oleh limbah industri, Kami tak ingin kondisi ini terus berlangsung,” Ujar Iwan Prayogi Ketua gen-XL kepada wakil ketua DPRD Gresik dan beberapa anggota Komisi D yang menanggani masalah lingkungan di Gresik.
Selengkapnya... |
| |
| 28 June 2003 |
| MEWASPADAI BAHAYA MERKURI DI SUMBER AIR KITA |
Berbagai sungai di Indonesia telah terkontaminasi oleh merkuri. Kali Surabaya, Kali Porong, Sungai Musi, Sembilan sungai di Bekasi terkontaminasi logam Cd, Kali Cisadane, Kali Pongkor, Sungai Siak, Sungai Ciliwung, Kali Banger.
Merkuri dan berbagai jenis logam berat tersebut yang ada di sungai-sungai telah melebih ambang baku yang ditetapkan pemerintah. tetapi melihat hal itu tak ada reaksi aktif dari pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya hal yang lebih buruk.
Sebagai bagian dari masyarakat yang prihatin akan kondisi ini kembali saya ingatkan bahaya merkuri yang telah dirasakan oleh masyarakat yang haus industrialisasi di Jepang. Kelalaian akan berbuah aib yang memalukan bagi generasi sekarang. Selengkapnya... |
| |
| 28 June 2003 |
| BISAKAH KALI SURABAYA BERSIH LAGI ? |
| Awal abad ke-12, saat Mataram ingin memperluas daerah kekuasaannya, menemui kesulitan menaklukkan kota Surabaya. Dalam pertempuran penaklukan pertama, pasukan Mataram dipukul mundur oleh keberanian pasukan Surabaya. Susahnya menembus barisan Surabaya membuat Sultan Agung berpikir caranya mengalahkan pasukan Surabaya dengan mudah. Maka, dibendunglah Kali Surabaya dam ke dalam aliran sungai menuju kota dihanyutkan berbagai jenis bangkai hewan dan kotoran, bahkan racun. Dalam beberapa hari Kota Surabaya lumpuh oleh wabah muntaber. Bersamaan dengan kekacauan tsb, pasukan Mataram dengan mudah mengalahkan Surabaya. Rusaknya K. Surabaya, membuat wilayah ini jatuh ke pangkuan Mataram. Selengkapnya... |
| |
| 06 June 2003 |
| Sampai Kapan Sungai-sungai Kita Mampu Bertahan ? |
Bila semua Sungai telah tercemari, dan sumber-sumber air telah terkontaminasi tentu akan muncul pertanyaan sampai kapan merka akan bertahan?
Ternyata air memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri mereka secara alam (self Purifikasi).
Bakteri merupakan kunci dalam siklus biologi normal berperan dalam mengubah bahan-bahan pencemaran yang berupa organik terlarut menjadi sel-sel bakteri dan unsur-unsur anorganik. Terdapat hubungan simbiosis mutualisme antara bakteri dan algae melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari algae akan menghasilkan oksigen.
Tetapi bila pencemaran air terus terjadi dan beban terlalu berat dipikul, alam akan menunjukkan keganasannya. Selengkapnya... |
| |
| 04 June 2003 |
| AIR, DUA JUTA ORANG SURABAYA KESULITAN MENDAPATKANNYA |
| Tidaklah berlebihan jika kami menggunakan judul diatas karena saat ini kondisi air minum di Surabaya dapat dinyatakan dalam keadaan kritis, bagaimana tidak Kali Surabaya yang digunakan sebagai bahan baku air minum juga dimanfaatkan sebagai buangan air limbah industri dan domestik, limbah organik yang dibuang ke Kali Surabaya sebesar 33.477 kg/hari, 86% berasal dari sektor industri (28.752 kg/hari) sisanya 8 % berasal dari buangan domestik (2.597 kg/hari ) dan 6% dari anak sungai (2.128 kg/hari). Data diatas memperlihatkan besarnya kontribusi dunia industri terhadap pencemaran di Kali Surabaya, 94% dari sumber kontributor pencemaran organik dari sektor industri berasal dari pabrik-pabrik kertas.
Masil Layakah Kali Surabaya sebagai bahan baku air minum PDAM ?
Selengkapnya... |
| |
| 14 May 2003 |
| SELAMATKAN SUNGAI DI INDONESIA , TERAPKAN PAJAK BAGI PENCEMAR |
Hampir semua sungai yang ada di Indonesia tercemar kualitasnya akibat aktivitas industri, kuantitas dan kualitas limbah yang dibuang kesungai seringkali tidak terkontrol.
Baku mutu, peraturan daerah dan surat keputusan Gubernur seolah hanya menjadi sebuah simbol formalitas tanpa adanya aktualisasi dilapangan, hal ini berdampak pada menggilanya pembuangan limbah industri di sungai-sungai yang sebagian besar merupakan bahan baku air minum bagi manusia.
Dunia industripun sepertinya tak peduli karena selama ini kegiatan mereka seakan tak terusik mesti aktivitas pembuangan limbah yang dilakukan termasuk dalam kejahatan lingkungan.
Upaya hukum banyak dilakukan namun di Jawa Timur sebagai misal dari 12 kasus yang disidangkan pada tahun 2003 sebagian besar pencemar hanya dikenai denda satu juta – dua juta rupiah.
Pada sistem pajak limbah bagi pencemar industri harus membayar sesuai beban pencemaran yang diberikan ke sungai. Jika mereka terpilih untuk menurunkan emisinya, maka mereka harus melakukannya untuk kepentingannya sendiri. Industri dapat memutuskan teknik dan teknologi yang akan digunakan agar memenuhi baku mutu untuk mengurangi iuran pembuangan limbah bulan berikutnya. Jika industri tidak dapat memenuhi baku mutu, maka mereka tetap boleh beroperasi tetapi harus membayar iuran limbah yang terus bertambah setiap waktuPemberlakuan pajak limbah pencemar adalah salah satu cara yang harus dicoba untuk menekan tingkat pencemaran sungai-sungai di Indonesia.
Selengkapnya... |
| |
| 22 March 2003 |
| Vermicomposting of Domestic Waste Training Community to Reduce The Organic Pollution in Surabaya River |
Generally this training has given some outcomes ie.:
1.People understand that they will pollute the water and teir well if they dispose their garbage to the river
2.people understand that they can treat their garbage to become a usefull product such as the vermicompost
3.people understand that they should separate the garbage into organic and anorganic waste to make the teatment process easier and faster
4.People has reduce the garbage they disposed to the riverbank because the organic waste was used as worm food
5.people know the technic to make vermicompost from their own waste
Selengkapnya... |
| |
| 14 March 2003 |
| ECOTON LATIH 24 DETEKTIF KALI SURABAYA |
Ancaman merkuri diKali Surabaya adalah satu dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan di Kali Surabaya.Kejahatan lingkungan yang banyak terjadi ini akan menimbulkan dampak bagi degradasi kualitas lingkungan dan manusia sebagai bagian dari lingkungan.Anak memiliki resiko yang lebih besar mengalami eksploitasi bahkan mendapat sakit yang disebabkan oleh lingkungannya. Daya tahan yang dimiliki dalam menetralisir racun yang ada dalam tubuh belum belum berkembang secara maksimal. Pada akhirnya racun yang ada dalam tubuh akan dapat menimbulkan hambatan dalam perkembangan. Mereka merupakan pihak yang paling rentan terhadap abuse lingkungan. Untuk mengantisipansinya ecoton melatih 24 pelajar sltp di kecamatan Jambangan (bantaran kali Surabaya) untuk mempelajari dan mengetahui kondisi lingkungan disekitar, penelitian dengan konsep menyentuh, merasakan dan menyuarakan.
Selengkapnya... |
| |
| 12 February 2003 |
| SURABAYA AMAN DARI ANCAMAN BAHAYA MINAMATA DISEASE |
Penduduk Surabaya beruntung, karena ancaman Minamata disease yang selama ini dikhawatirkan ternyata saat tidak terlihat tanda-tandanya. Dari 50 orang di 4 Kelurahan yang tinggal dibantaran Kali Surabaya dan memiliki kebiasaan makan ikan yang didapat dari Kali Surabaya rata-rata kandungan merkuri dirambut sebesar 0,6 ppm (Uji lab dilakukan di laboratorium National Institute For Minamata Disease867-0008 4058-18 Hama Minamata City Kumamoto,JAPAN 2003 January )
, kondisi ini sangat aman dan jauh dari ketentuan yang dikeluarkan WHO yang menetapkan batas maksimal 50 ppm bagi pria dewasa dan 10 ppm bagi perempuan hamil. Rendahnya tingkat kandungan merkuri di rambut disebabkan
sebagian besar ikan-ikan/ ikan bader (puntius javanicus) yang dikonsumsi tidak mengandung merkuri, dari empat lokasi pengamatan hanya 1 lokasi yang menunjukkan keberadaan merkuri di ikan dan jumlahnya pun masih pada tahap normal (0,0001 ppm sedangkan standar WHO sebesar 0,4 ppm) hal ini menunjukkan merkuri yang ada diperairan masih belum berbentuk methilmerkuri yang dapat diserap oleh biota air tawar sehingga meskipun dalam penelitian ini kandungan merkuri di 14 titik sampling rata-rata 0,0269 mg/l melebihi baku mutu air Kelas I yang menetapkan kandungan merkuri dalam air sebesar 0,001 mg/l . Sehingga dapat disimpulkan ikan Kali Surabaya aman untuk dikonsumsi, dan yang terpenting Bahaya Minamata tidak lagi menghantui.
Selengkapnya... |
| |
| 10 February 2003 |
| THE ASSESSMENT OF BENTHIC MACROINVERTEBRATE |
| From that research we find out that there is a degradation in water quality and benthic macro-invertebrate community in Surabaya River on October 2002 compared to those on August 2002. We wanted to observe the impact of effluent spill from PT Aneka Kimia Nusantara on late of August so we sampled the water on October 2003 and fortunately we have monitored the water quality and benthic community in early of August before the effluent spill so we have a comparative data. We identified 19 species on August and 14 species on October. We suspect that this species decrease was caused by the spill and also by effluent from other industries along Surabaya River.From this study we should worry about the condition of the ecosystem of Surabaya River that keep getting degraded along 2002. The water was contaminated by mercury pollution that reach 0,0892 mg/l in water sampled at Driyorejo Station or 89 times bigger from the water quality standard (0,001 mg/l). We suspect the mercury source were from reused battery industry in Driyorejo and also from domestic waste such as battery and halogen lamp etc along Surabaya River. Selengkapnya... |
| |