| 19 October 2003 |
| KEMATIAN IKAN MASSAL SAMBUT TURUNNYA HUJAN DIKALI SURABAYA |
| Ikan Munggut (ikan Mati masal) yang jumlahnya mencapai ribuan terjadi Jumat dini hari hingga sabtu 18 Oktober 2003, peristiwa ini menyusul turunnya hujan untuk pertama kali Di Kali Surabaya, Suka cita dan keprihatinan bercampur. Selengkapnya... |
| |
| 14 October 2003 |
| PENERTIBAN PENGGUNAAN LAHAN SEMPADAN SUNGAI MUTLAK DILAKUKAN |
Sempadan kali Surabaya adalah bagian yang tak terpisahkan dengan badan air Kali Surabaya, kerusakan pada daerah sempadan akan berdampak pada penurunan kualitas Kali Surabaya.
Penundaan raperda peruntukan sempadan sama halnya menunda datangnya bencana di Kali Surabaya. Selengkapnya... |
| |
| 10 October 2003 |
| JELAJAH KALI SURABAYA |
Bagi warga kota yang merindukan tempat rekreasi yang menantang, mendidik tetapi dekat dengan pusat kota atau bagi yang ingin Mengungkap misteri penyebab pencemaran bahan baku air minum kita di Kali Surabaya. Jelajah Sungai adalah jawabannya.
Dengan menyusuri 18 km bagian Kali Surabaya, wisata ini akan menyuguhkan dua wajah Kali Surabaya, suasana bantaran Kali Surabaya yang kaya akan keanekaragaman hayati ataupun luberan limbah dari outlet 400 industri dibibir sungai. Selengkapnya... |
| |
| 12 August 2003 |
| Threat and chance of Surabaya River |
Along 41 km of Surabaya River there were about 400 industries that dispose their effluent to Surabaya River waters. The government control to the industrial effluent was still lack and no integrated planning on the river management since each regency flowed by the river implemented its own development plan at another side Surabaya River ecosystem is rich in biodiversity, We found 56 species of benthic macroinvertebrate, 105 species of herbal plan,18 species of fish and 25 species of birds.
Selengkapnya... |
| |
| 16 July 2003 |
| JANGAN KORBANKAN LINGKUNGAN DEMI INDSUTRIALISASI |
Liburan sekolah tahun ini 24 pelajar Di Kali Tengah Driyorejo Gresik yang tergabung dari gen-XL (Generasi anti Limbah Beracun) mengisinya dengan aksi-aksi peduli lingkungan. Pelajar SLTP dan SMU yang telah mendapatkan bekal pelatihan detektif lingkungan ini secara spontan mengidentifikasikan masalah lingkungan disekitar mereka, berdiskusi dan menyampaikan hasil temuan ini kepada DPRD Kabupaten Gresik.
“Kami merasakan semakin parahnya lingkungan hidup disekitar kami, terutama pencemaran kali tengah yang diakibatkan oleh limbah industri, Kami tak ingin kondisi ini terus berlangsung,” Ujar Iwan Prayogi Ketua gen-XL kepada wakil ketua DPRD Gresik dan beberapa anggota Komisi D yang menanggani masalah lingkungan di Gresik.
Selengkapnya... |
| |
| 28 June 2003 |
| MEWASPADAI BAHAYA MERKURI DI SUMBER AIR KITA |
Berbagai sungai di Indonesia telah terkontaminasi oleh merkuri. Kali Surabaya, Kali Porong, Sungai Musi, Sembilan sungai di Bekasi terkontaminasi logam Cd, Kali Cisadane, Kali Pongkor, Sungai Siak, Sungai Ciliwung, Kali Banger.
Merkuri dan berbagai jenis logam berat tersebut yang ada di sungai-sungai telah melebih ambang baku yang ditetapkan pemerintah. tetapi melihat hal itu tak ada reaksi aktif dari pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya hal yang lebih buruk.
Sebagai bagian dari masyarakat yang prihatin akan kondisi ini kembali saya ingatkan bahaya merkuri yang telah dirasakan oleh masyarakat yang haus industrialisasi di Jepang. Kelalaian akan berbuah aib yang memalukan bagi generasi sekarang. Selengkapnya... |
| |
| 28 June 2003 |
| BISAKAH KALI SURABAYA BERSIH LAGI ? |
| Awal abad ke-12, saat Mataram ingin memperluas daerah kekuasaannya, menemui kesulitan menaklukkan kota Surabaya. Dalam pertempuran penaklukan pertama, pasukan Mataram dipukul mundur oleh keberanian pasukan Surabaya. Susahnya menembus barisan Surabaya membuat Sultan Agung berpikir caranya mengalahkan pasukan Surabaya dengan mudah. Maka, dibendunglah Kali Surabaya dam ke dalam aliran sungai menuju kota dihanyutkan berbagai jenis bangkai hewan dan kotoran, bahkan racun. Dalam beberapa hari Kota Surabaya lumpuh oleh wabah muntaber. Bersamaan dengan kekacauan tsb, pasukan Mataram dengan mudah mengalahkan Surabaya. Rusaknya K. Surabaya, membuat wilayah ini jatuh ke pangkuan Mataram. Selengkapnya... |
| |
| 06 June 2003 |
| Sampai Kapan Sungai-sungai Kita Mampu Bertahan ? |
Bila semua Sungai telah tercemari, dan sumber-sumber air telah terkontaminasi tentu akan muncul pertanyaan sampai kapan merka akan bertahan?
Ternyata air memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri mereka secara alam (self Purifikasi).
Bakteri merupakan kunci dalam siklus biologi normal berperan dalam mengubah bahan-bahan pencemaran yang berupa organik terlarut menjadi sel-sel bakteri dan unsur-unsur anorganik. Terdapat hubungan simbiosis mutualisme antara bakteri dan algae melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari algae akan menghasilkan oksigen.
Tetapi bila pencemaran air terus terjadi dan beban terlalu berat dipikul, alam akan menunjukkan keganasannya. Selengkapnya... |
| |
| 04 June 2003 |
| AIR, DUA JUTA ORANG SURABAYA KESULITAN MENDAPATKANNYA |
| Tidaklah berlebihan jika kami menggunakan judul diatas karena saat ini kondisi air minum di Surabaya dapat dinyatakan dalam keadaan kritis, bagaimana tidak Kali Surabaya yang digunakan sebagai bahan baku air minum juga dimanfaatkan sebagai buangan air limbah industri dan domestik, limbah organik yang dibuang ke Kali Surabaya sebesar 33.477 kg/hari, 86% berasal dari sektor industri (28.752 kg/hari) sisanya 8 % berasal dari buangan domestik (2.597 kg/hari ) dan 6% dari anak sungai (2.128 kg/hari). Data diatas memperlihatkan besarnya kontribusi dunia industri terhadap pencemaran di Kali Surabaya, 94% dari sumber kontributor pencemaran organik dari sektor industri berasal dari pabrik-pabrik kertas.
Masil Layakah Kali Surabaya sebagai bahan baku air minum PDAM ?
Selengkapnya... |
| |
| 14 May 2003 |
| SELAMATKAN SUNGAI DI INDONESIA , TERAPKAN PAJAK BAGI PENCEMAR |
Hampir semua sungai yang ada di Indonesia tercemar kualitasnya akibat aktivitas industri, kuantitas dan kualitas limbah yang dibuang kesungai seringkali tidak terkontrol.
Baku mutu, peraturan daerah dan surat keputusan Gubernur seolah hanya menjadi sebuah simbol formalitas tanpa adanya aktualisasi dilapangan, hal ini berdampak pada menggilanya pembuangan limbah industri di sungai-sungai yang sebagian besar merupakan bahan baku air minum bagi manusia.
Dunia industripun sepertinya tak peduli karena selama ini kegiatan mereka seakan tak terusik mesti aktivitas pembuangan limbah yang dilakukan termasuk dalam kejahatan lingkungan.
Upaya hukum banyak dilakukan namun di Jawa Timur sebagai misal dari 12 kasus yang disidangkan pada tahun 2003 sebagian besar pencemar hanya dikenai denda satu juta – dua juta rupiah.
Pada sistem pajak limbah bagi pencemar industri harus membayar sesuai beban pencemaran yang diberikan ke sungai. Jika mereka terpilih untuk menurunkan emisinya, maka mereka harus melakukannya untuk kepentingannya sendiri. Industri dapat memutuskan teknik dan teknologi yang akan digunakan agar memenuhi baku mutu untuk mengurangi iuran pembuangan limbah bulan berikutnya. Jika industri tidak dapat memenuhi baku mutu, maka mereka tetap boleh beroperasi tetapi harus membayar iuran limbah yang terus bertambah setiap waktuPemberlakuan pajak limbah pencemar adalah salah satu cara yang harus dicoba untuk menekan tingkat pencemaran sungai-sungai di Indonesia.
Selengkapnya... |
| |