|
| 14 March 2003 15:34:55 |
| ECOTON LATIH 24 DETEKTIF KALI SURABAYA |
Ancaman merkuri diKali Surabaya adalah satu dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan di Kali Surabaya.Kejahatan lingkungan yang banyak terjadi ini akan menimbulkan dampak bagi degradasi kualitas lingkungan dan manusia sebagai bagian dari lingkungan.Anak memiliki resiko yang lebih besar mengalami eksploitasi bahkan mendapat sakit yang disebabkan oleh lingkungannya. Daya tahan yang dimiliki dalam menetralisir racun yang ada dalam tubuh belum belum berkembang secara maksimal. Pada akhirnya racun yang ada dalam tubuh akan dapat menimbulkan hambatan dalam perkembangan. Mereka merupakan pihak yang paling rentan terhadap abuse lingkungan. Untuk mengantisipansinya ecoton melatih 24 pelajar sltp di kecamatan Jambangan (bantaran kali Surabaya) untuk mempelajari dan mengetahui kondisi lingkungan disekitar, penelitian dengan konsep menyentuh, merasakan dan menyuarakan.
|
|
Pencemaran Merkuri sebagaimana hasil temuan ecoton telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan air, lumpur, kerang dan ikan telah terkontaminasi merkuri dan kadarnya telah melebihi ambang. Bahkan Awal tahun ini hasil riset ecoton dengan National Institute Minamata Disease – Minamata Jepang menunjukkan bahwa dirambut orang yang tinggal dan mengkonsumsi ikan kali Surabaya positif terkontaminasi merkuri (rata-rata 0,6 ppm).
Pencemaran Merkuri bukan masalah yang asing terjadi pada anak-anak. Efek yang ditimbulkannya akan memberikan akibat yang serius karena menimbulkan hambatan perkembangan. Tubuh anak memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap zat-zat yang beersifat toksin. Konsumsi air tercemar yang tercemar kemungkinan tidak memberikan efek yang serius bagi orang tua, namun tidak demikian halnya bagi anak-anak.. Anak memiliki resiko yang lebih besar mengalami eksploitasi bahkan mendapat sakit yang disebabkan oleh lingkungannya. Daya tahan yang dimiliki dalam menetralisir racun yang ada dalam tubuh belum belum berkembang secara maksimal. Pada akhirnya racun yang ada dalam tubuh akan dapat menimbulkan hambatan dalam perkembangan. Mereka merupakan pihak yang paling rentan terhadap abuse lingkungan
Keterlibatan anak secara langsung dalam menjaga lingkungan akan menumbuhkan tanggung jawab akan masa depan mereka sendiri. Setiap orang memiliki hak untuk mengetahui dan menjaga kesehatannya sendiri. Kesehatan dalam lingkungan akan sangat tergantung pada sikap anggota komunitas yang menyangkut keaktifan ataupun kepasifan dalam menjaga kesehatannya sendiri.
Salah satu upaya untuk menjaga agar komunitas tetap dapat hidup dalam lingkungan yang sehat-tidak mengalami polusi dapat dimulai dengan memberdayakan anak-anak. Hal ini dilakukan dengan menumbuhkan gaya hidup yang sehat sehingga pada akhirnya mereka dapat menjadi agen untuk mengkampanyekan lingkungan yang sehat.
Pelatihan detektif berperan sebagai fungsi stimulasi untuk melihat berbagai alternatif dalam kehidupannya yang lebih sehat. Pada gilirannya pemahaman akan konsep ini akan dapat ditularkan pada anak-anak seusianya di lingkungannya. Upaya ini dapat dilakukan dengan action research yang bersifat menumbuhkan pemahaman ekologis mengenai keterkaitan antara kesehatan dan kondisi lingkungan.
Aktivitas ini berbasis pada pemahaman akan kondisi setempat diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman individu akan situasi yang dialami dalam lingkungannya dan memicu ide-ide tentang solusi. Melalui aktivitas ini pula akan dapat dijalin network diantara anak untuk mensosialisasikan masalah-masalah kesehatan lingkungan.
Untuk itu ecoton-lembaga kajian ekologi dan konservasi Lahan Basah didukung oleh Yayasan ULI Peduli, mengadakan kegiatan Pelatihan Detektif Capung Kali Surabaya.
Peserta
24 pelajar SLTP Kelas 1 dan 2 dari 4 Sekolah di Kecamatan Jambangan : a. SLTP Negeri 21 Surabaya, b. SLTP Negeri 36 Surabaya, c. SLTP Kawung dan SLTP Komparasi
Tempat dan Waktu
PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup ) Seloliman 14-16 Maret 2003
Tujuan Pelatihan
1. Membangun ketrampilan sosial dan personal yang akan mendukungnya dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Melalui proses yang disebut dengan eksplorasi diri, setiap anak diharapkan akan mempunyai kesadaran bahwa "saya mempunyai pilihan dalam kehidupan saya" dan "saya siap untuk berubah"
2. Mempunyai pemahaman yang kritis tentang keterkaitan antara Kesehatan-Lingkungan-Pencemaran dalam konteks kehidupan mereka.
Selanjutnya selama 3 bulan kedepan ecoton akan mendampingi pelajar untuk mengimplementasikan actionplan yang telah disusun ditrawas.
Pendampingan Di Sekolah
Tujuan
1. Mengimplementasikan pemahaman , pengetahuan yang diperoleh pada tahap I dalam bentuk kegiatan yang menyangkut
a. Lingkungan kehidupan sehari-hari
b. Monitoring Kualiats air kali Surabaya
c. Penelitian dan penulisan Ilmiah
2. Pembentukan kemampuan anak (peserta dan jaringan pertamanya) untuk mengelola lebih lanjut Kegiatan Penyadaran Hak di lingkungan sekolahnya).
3. Pembentukan kegiatan Ekstrakurikuler Lingkungan Hidup Pemerhati Kali Surabaya
Dalam pendampingan ini kami akan memfasilitasi peserta dalam melaksanakan action plan yang telah disusun pada acara pelatihan selama dua hari di PPLH Seloliman.
Sebagai upaya untuk memperkaya informasi dalam setiap pertemuan akan disampaikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh peserta.
Waktu
Pendampingan ini dilakukan selama 3 bulan (12 minggu), terbagi dalam dua tahapan.
Tahap I : 5 Minggu
Membangun wawasan dan pengkayaan informasi tentang kesehatan lingkungan Dalam tahap ini akan disampaikan materi-materi pendukung untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang lingkungan hidup (ekosistem air) dan Kesehatan Lingkungan.
1. Mengenal Sungai Kali Surabaya
2. Kesehatan Lingkungan
3. Memantau Kualitas Perairan
4. Memantau Kesehatan Lingkungan sekitar tempat tinggal (Untuk tahap ini peserta akan dibekali dengan lembar penelitian/panduan untuk melakukan penelitian di lingkungannya)
Tahap 2 : 6 Minggu
Membangun kesadaran anak untuk ikut serta dalam upaya menjaga lingkungan hidup yang sehat dan kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak yang sama atas lingkungan hidup yang sehat.
Dalam tahap ini peserta akan dibekali materi tentang metode/cara menyampaikan ide/gagasan kepada masyarakat umum.
1. Metode penulisan Ilmiah
2. Membuat Kliping lIngkungan dan telaah isi kliping
3. Metode membuat poster atau leaflet lingkungan hidup
|
| |
| Pemasuk tulisan: Prigi Arisandi |
| |
|
 |
 |
| Detektif kali Surabaya melakukan inventarisasi keanekaragaman tumbuhan dibantaran kali |
|  |
| Penelitian potensi tumbuhan obat dengan analisis vegetasi |
|  |
| Team detektif kali Surabaya dalam sebuah acara di Jtv Surabaya, mengenalkan misi detektif kali Surabaya |
|
|
|