Bertepatan dengan hari lingkungan hidup kali ini yang telah 30 kali diperingatisejak tahun 1974. Tahun 2003 ini mengambil tema Water ¡V Two bilion people are dying for it ! Air, Dua milyar orang kesulitan mendapatkannya!. Memasuki Abad 20 air menjadi kebutuhan yang mahal, status air sebagai sumber daya yang dapat diperbaharui bergeser menjadi sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. Secara prinsip air dikatakan sebagai sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources). Persediaanya dapat diperbaharui melalui siklus hidrolisis alami (hydrological cycles) atau melalui mekanisme buatan manusia. Namun sesunggunnya pemanfaatan air cenderung mengarah pada keadaan dimana air merupakan sumber daya tak terbaharui, karena tingginya faktor pencemaran yang dilakukan oleh manusia sehingga menurunkan kualitas air bumi.
Tidaklah berlebihan jika kami menggunakan judul diatas karena saat ini kondisi air minum di Surabaya dapat dinyatakan dalam keadaan kritis, bagaimana tidak Kali Surabaya yang digunakan sebagai bahan baku air minum juga dimanfaatkan sebagai buangan air limbah industri dan domestik, limbah organik yang dibuang ke Kali Surabaya sebesar 33.477 kg/hari, 86% berasal dari sektor industri (28.752 kg/hari) sisanya 8 % berasal dari buangan domestik (2.597 kg/hari ) dan 6% dari anak sungai (2.128 kg/hari). Data diatas memperlihatkan besarnya kontribusi dunia industri terhadap pencemaran di Kali Surabaya, 94% dari sumber kontributor pencemaran organik dari sektor industri berasal dari pabrik-pabrik kertas.
Masil Layakah Kali Surabaya sebagai bahan baku air minum PDAM ?
Kualitas Air Kali Surabaya Kualitas air sangat penting dalam mendukung kehidupan biota perairan, penyediaan air minum bagi manusia dan kegiatan rekreasi air. Beberapa parameter yang menentukan kualitas air antara lain suhu, kandungan oksigen, mineral, logam, nutrient, kimia organik, pathogen dan sedimen. Kualitas air sungai sangat tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan manusia di sekitar daerah aliran sungai. Kegiatan yang melepaskan zat pencemar melalui satu titik pembuangan disebut point sources, seperti saluran pembuangan limbah industri dan sumber pencemar yang dengan letak sumber yang tidak jelas (nonpoint sources) mencemari sungai pada lokasi yang tersebar, contohnya aliran lahan pertanian, pemukiman, jalan raya dan lahan parkir, pembuangan sampah ke sungai dan aliran pembuangan air kota.
Bantaran Kali Surabaya dimanfaatkan untuk berbagai peruntukan yaitu untuk daerah industri, pertanian dan pemukiman penduduk. Pemanfaatan tanah bantaran yang berbeda memberikan kontribusi yang berbeda terhadap tingkat pencemaran organik di Kali Surabaya. Berdasarkan hasil pemantauan Kali Surabaya yang dilakukan pada musim hujan dan musim kemarau diketahui bahwa sumber pencemaran terbesar adalah Kali Tengah yang merupakan tempat pembuangan limbah dari 34 industri yang beroperasi di sepanjang bantaran Kali Tengah, yang memicu turunnya kualitas air Kali Surabaya.
Turunya kualitas kali Surabaya ini dipicu oleh beberapa faktor :
Pertama banyaknya industri Nakal yang ada dibantaran Kali Surabaya, disepanjang Kali Surabaya (Mojokerto sampai Dam Gunung Sari ) terdapat 100 lebih industri yang secara langsung dan tidak langsung membuang limbahnya ke Kali Surabaya,
Kedua rusaknya kualitas bantaran kali Surabaya. Meskipun telah menggusur bangunan di Bantaran Kali Wonokromo tetapi pemerintah Provinsi tak berkutik saat didesak untuk membongkar bangunan rumah dan pabrik disepanjang Kali Surabaya yang jumlah bangunannya mencapai 3500 buah. Keberadaan bangunan di Bantaran menimbulkan dampak negatif diantaranya
a. memicu tingginya suhu badan air, sehingga mengguras oksigen terlarut dalam air yang dibutuhkan makluk hidup air,
b. meningkatkan proses sedimentasi didasar sungai karena tingginya runoff air hujan yang membawa partikel sedimen .
c. meningkatkan beban limbah organik bagi badan air, ribuan rumah yang tumbuh di bantaran kali sebagian besar dilengkapi dengan WC Plung plas, yang membuang limbahnya langsung ke Sungai, konon dari sini disumbangkan 60% limbah organik yang membebani Kali Surabaya.
d. Tumpukkan sampah rumah tangga yang ternyata juga menyumbangkan bahaya pencemaran organik seperti batu batere, Plastic, Sisa Accu dan Lampu neon yang merupakan sumber pencemaran Logam berat Mercury dan Cadmium.
Ketiga, gundulnya hutan dikawasan resapan air dihulu Sungai Brantas secara tidak langsung juga menimbulkan cepatnya proses pendangkalan di Kali Surabaya.
Ketiga faktor diperparah dengan ketidak mampuan pengelolaan kali Surabaya oleh Gubernur dan jajarannya (Perum Jasa Tirta, sebagai pengelolah badan air Kali Surabaya , Dinas PU Pengairan Jawa Timur yang mengelolah kawasan bantaran, dan Bapedal Jatim yang memiliki kewenangan dalam penerbitan ijin pembuangan Limbah cair dan badan pengawasan terhadap tindak pencemaran).
Ketidak mampuan Gubernur Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas air dapat dilihat dari semakin turunnya kualitas air yang diwakili oleh Kondisi
1. Konsentrasi Oksigen terlarut (DO/Dissolved Oxygen)
2. Kebutuhan oksigen terlarut dalam air yang mengurai limbah organik (Biochemical Oxygen Demand/BOD)
3. Kebutuhan oksigen terlarut dalan air yang mengurai limbah anorganik (Chemical Oxygen Demand/BOD) .Semakin tinggi nilai COD dan BOD semakin rendah kualitas air.
Berkurangnya oksigen terlarut akibat penguraian bahan organik oleh mikroba akan menurunkan kebugaran (fitness) dari organisme perairan seperti ikan, bahkan dapat menyebabkan asphyxiasi atau tercekik yang menyebabkan kematian masal pada ikan. Meskipun dampak pencemaran organik tidak langsung membunuh seketika, dampak kronis atau jangka panjangnya dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, sklerosis hati, penyimpangan syaraf dan perilaku organisme serta penurunan daya tahan tubuh.
Jika air telah terdegradasi dan tidak lagi dapat digunakan untuk bagi kegiatan tertentu sesuai fungsinya, maka air tersebut telah tercemar. Kualitas air Kali Surabaya terus mengalami penurunan sejak dimulainya era industrialisasi pada tahun 1970-an. Kali Surabaya dahulu merupakan menjadi sumber mata pencaharian kelompok masyarakat penambang pasir dan pencari ikan, sumber air bersih untuk mandi dan cuci, serta sarana transportasi. Kualitas air Kali Surabaya saat ini telah tercemar berat seiring dengan semakin padatnya industri, pemukiman dan pertanian di sepanjang bantaran Kali Surabaya, tak heran bila sepanjang tahun 2002 telah terjadi 40 kali peristiwa ikan mati dan ancaman bahaya kontaminasi logam berat mercuri.
Komitmen bersama
Perhatian pemerintah dan masyarakat masih sangat kecil, sehingga dampak yang timbul masih belum dianggap penting karena tidak secara langsung merugikan manusia. Masyarakat tidak menyadari bahwa satwa yang punah itu merupakan indikator telah terjadinya pencemaran yang cukup mengkhawatirkan di Kali Surabaya.
Masyarakat harus berperan aktif dalam mendorong pemerintah agar melakukan tindakan tegas untuk mengurangi kuantitas dan kualitas bahan pencemar yang berasal dari segala sumber pencemar. Pemerintah dengan dorongan masyarakat harus berupaya untuk :
a. Menekan risiko terjadinya kecelakaan dan kebocoran serta luapan limbah ke Kali Surabaya
b. Memperbaiki hidrologi dan lingkungan di sekitar Kali Surabaya (penertiban pemanfaatan bantaran yang hanya dipergunakan sebagai kawasan resapan air dan pertanian nonintensif)
c. Menertibkan saluran pembuangan limbah industri. Semua industri harus memiliki ijin untuk membuang limbah ke Kali Surabaya dan membayar pajak pembuangan limbah untuk membiayai rehabilitasi bagian sungai yang tercemar dan membiayai pemantauan dan pengawasan limbah, serta penegakan hukum bagi pihak yang terbukti mencemari.
d. Membangun instalasi pemulihan kualitas air dan pemantauan kualitas air
Menyelamatkan Sumber Air Bagi Anak
Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Air mempertahankan suhu tubuh, mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh, melembabkan persendian, dan membantu pencernaan makanan. Untuk memenuhi kebutuhan air tubuh kita perlu minum air putih dan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti sayur, sup dan juice buah.
Kita memerlukan air bersih untuk dapat hidup dengan sehat. Selain untuk menjaga kesehatan, kita jugamemerlukan air untuk berbagai kegiatan seperti pertanian, industri, dan penghasil energi listrik. Mengingat pentingnya air bagi manusia, maka kita harus menjaga keberadaannya agar tetap tersedia sepanjang masa untuk generasi yang akan datang.
Tanpa kita sadari kita sering melakukan kegiatan yang mencemari sumber air kita. Perlindungan terhadap sumber air minum merupakan cara yang murah untuk mendapatkan air bersih dibandingkan mengolah air yang terlanjur tercemar berat. Beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk melindungi sumber air dari pencemaran adalah :
ƒÂ Tidak membuang sampah rumah tangga ke bantaran sungai. Sampah rumah tangga mengandung bahan kimia beracun seperti batu batere bekas. Batu batere mengandung logam berat seperti timbal dan merkuri yang membahayakan kesehatan manusia. Mulailah mengolah dan memanfaatkan sampah rumah tangga dan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
ƒÂ Tidak membuang bahan kimia seperti oli bekas, sisa bahan pembersih ke dalam sumur yang sudah kering atau sumber air dangkal yang berhubungan dengan air tanah yang akan mencemari air sungai dan sumber air tanah serta menimbulkan efek yang buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan.
ƒÂ Memperluas area resapan air hujan dengan tidak menutupi seluruh permukaan tanah dengan bangunan yang kedap air dan menanam pohon di lingkungan sekitar untuk mencegah erosi dan memperbanyak air yang terserap ke dalam tanah agar dapat menjaga pasokan air tanah dan sungai di musim kemarau
ƒÂ Menghemat penggunaan air, jangan membiarkan air menetes dan mengalir jika tidak digunakan. Perbaiki pipa yang bocor untuk menghindari tetesan air yang terbuang
ƒÂ Gunakan pupuk kimia secukupnya atau lebih baik lagi jika menggunakan kompos yang dibuat dari sampah organik rumah tangga untuk menyuburkan tanah kebun dan taman.
ƒÂ Aktif melakukan kegiatan perlindungan air dan penyebaran informasi kepada masyarakat tentang kondisi sumber air yang ada untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam melindungi sumber air di daerahnya. Selalu memantau kualitas lingkungan dan air sungai serta melaporkan kepada pihak yang berwenang jika terjadi pencemaran di sekitar kita.
|