Kepada Yth
Bapak Ketua DPRD Gresik
Di Tempat
KEMBALIKAN FUNGSI EKOLOGIS KALI TENGAH,
Jangan Korbankan Kami Demi Industrialisasi
Dengan Hormat,
Dalam kesempatan ini kami mewakili pelajar-pelajar di Kecamatan Driyorejo yang tergabung dalam Gen-XL (generasi anti limbah) merasa prihatin dengan maraknya pencemaran di Kecamatan Driyorejo, kami mengkhawatirkan datangnya dampak negatif terhadap kerusakan lingkungan untuk itu tujuan kami adalah;
1. Mengadukan masalah pencemaran lingkungan di Kali Tengah dan lingkungan di Driyorejo
2. Hearing tanggapan, pemikiran, ide-ide, dan solusi untuk masalah Kali Tengah
3. Menyampaikan aspirasi para pelajar yang ada di Lingkungan Driyorejo untuk pemecahan masalah pencemaran Kali Surabaya.
Dari Identifikasi yang dilakukan pelajar setingkat SMU dan SLTP di Driyorejo, kali Tengah terdapat enam (6) industri yang memiliki kontribusi pencemaran tertinggi di Kali Tengah. Sebagaimana telah diidentifikasi dibawah ini :
1. PT IndoFikri di Desa Sumput, yang terletak bersebelahan dengan SMU 4 YPM Sumput. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1990 ini Menimbulkan pencemaran udara yang mengakibatkan gangguan pernafasan, dari hasil investigasi yang dilakukan disimpulkan gejala pencemaran tersebut dikarenakan cerobong asap yang dimiliki PT Indo Fikri terlalu pendek dan menimbulkan bau tak sedap .
2. PT Surya Agung Kertas di Desa Semambung dan Sumput Membuang limbah cair ke Kali Tengah sehingga menimbulkan pencemaran pada air sungai, dan dapat mengganggu ekosistem di sekitar . Disamping itu PT Sak juga menghasilkan limbah padat dan tertimbun cukup lama timbunan tersebut mengeluarkan cairan yang mengeluarkan bau tak sedap, karena letaknya di dekat pemukiman penduduk keberadaan PT Sak cukup mengganggu. Detekti Pelajar mengganggap PT SAK tidak memiliki IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) karena limbah yang terbuang menyebabkan terdapatnya endapan bubur kertas yang berbau tidak sedap Menyebabkan warna air sungai coklat kehitaman sehingga akan dapat mencemari sungai
3. PT. Madulingga, Desa Kesamben Wetan Pabrik tersebut memproduksi produk dari tanah untuk filter minyak goreng. Limbah yang dihasilkan beruba debu tanah yang tak jarang menimbulkan sesak nafas (gangguang pernafasan)
4. PT Wings Surya, Desa Driyorejo, Produsen sabun colek dan sabun mandi ini kemungkinan tidak memiliki unit pengolahan air limbah, hal ini dikarenakan limbah yang dikeluarkan masih mengeluarkan busa dan menimbulkan gatas-gatal dan iritasi pada kulit, dan pada bulan Juni yang lalu limbah belerang Wings telah mengakibatkan rusaknya puluhan hektare padi di Kesamben Wetan.
5. PT MDQ, Krikilan Produsen karbit ini sering mengeluarkan asap dari cerobong yang kurang memenuhi syarat ketinggian dan diduga tidak memiliki filter sehingga debu terhirup penduduk dann dapat menyebabkan gangguan pernafasan, debu juga menempel pada daun, sehingga dapat menyebabkan terganggunya proses fotosintesis.
6. PT MIWON, produsen bumbu penyedap rasa ini menimbulkan pencemaran bau menyengat yang telah lama terjadi sehingga mengganggu pemakai jalan yang melintas didepan pabrik ini,
Dari dugaan sementara para detektif lingkungan yang terdiri 24 pelajar dari empat sekolah yang berbeda (SLTP Negeri 1 Driyorejo, Mts Raden Patah, SMU Negeri 1 Driyorejo dan SMU 4 YPM Sumput) penyebab maraknya pencemaran tersebut adalah Faktor
1. Rendahnya kesadaran pentingnya lingkungan hidup para industriawan
2. Pengusaha yang membuang limbahnya tidak memiliki rasa tanggung jawab, hal ini karena adanya unsur kesengajaan dan terus-menerus membuang limbahnya padahal sudah banyak keluhan dari masyarakat.
3. Kurangnya dana untuk menyediakan IPAL, Pengusaha masih merasa bahwa biaya pembangunan IPAL sangat mahal, padahal akan lebih mahal biayanya untuk memperbaiki kualitas lingkungan yang telah rusak akibat pencemaran.
Potensi Kali Tengah
menurut pandangan GEN – XL pencemaran yang terjadi di Kali Tengah dikarenakan semua fihak yang ada (masyarakat yang tinggal di wilayah Kali Tengah, masyarakat Industri, dan Pemerintah) belum mengerti pentingnya ekosisten Kali Tengah hal ini disebabkan belum adanya informasi tentang potensi Kali Tengah dan infromasi yang akurat tentang kontribusi limbah cair di Kali Tengah yang melalui 9 Desa di Kecamatan Driyorejo dengan panjang kurang lebih 7 Km.
Untuk itu GEN – XL telah menyusun suatu Action Plan (rencana Aksi) yang akan dilakukan tiga bulan kedepan sampai September 2003 sebagai upaya ikut serta memberikan solusi pada masalah pencemaran di Kali Tengah .
1. Susur sungai Kali tengah dan Kali Surabaya untuk menginventarisasi outlet-outlet industri yang membuang limbahnya ke Kali Tengah dan Kali Surabaya yang melewati wilayah Driyorejo Gresik.
2. Penelitian Potensi tumbuhan obat yang ada di Bantaran Kali Tengah, penelitian ini akan diawali dengan melakukan pendaftaran jenis-jenis tumbuhan liar disepanjang bantaran Kali Tengah kemudia menentukan titik-titik pengamatan.
3. Penghijauan pada zona-zona yang rawan pencemaran udara seperti pada Wilayah Kesamben Wetan (MTs Raden Patah) yang terkena dampak pencemaran udara dari PT Madulingga
4. Sebagai upaya untuk meningkatkan apresiasi dan Kepedulian pelajar Detektif lingkungan juga akan menyelenggarakan lomba poster lingkungan hidup.
5. Merancang media informasi lingkungan melalui media poster dan stiker.
Upaya ini kami lakukan terdorong rasa kerihatinan kami terhadap semakin parahnya pencemaran yang terjadi.
Untuk itu kami Pelajar Driyorejo yang tergabung dalam GEN – XL Kali Tengah mendesak kepada DPRD Kabupaten Gresik untuk :
1. Mengembalikan fungsi Kali Tengah sebagai sumber kehidupan masyarakat Driyorejo
2. Menegakkan hukum pada pemilik industri bermasalah (penyebab pencemaran lingkungan)
3. Memaksa pemilik Industri membuat IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah), yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan limbah dan memperbaiki cerobong asap penyebab pencemaran udara.
4. Memanggil dan menyeret pemilik industri terkait pencemaran untuk segera menyelesaikan permasalahan pencemaran Kali Tengah.
Desakkan kami merupakan aspirasi dari penderitaan kerusakan lingkungan yang tengah terjadi, Hanya kepada Dewan yang terhormat kami menumpuhkan harapan ini.
|