| Kali Surabaya adalah sumber kehidupan bagi berbagai jenis biota sungai dan menjadi sumber air bagi masyarakat di sekitar sungai. Kali Surabaya adalah bagian dari DAS Brantas yang mengalir sepanjang 41 km mulai dari DAM Mlirip di Mojokerto melewati wilayah Gresik, Sidoarjo dan berakhir di DAM Jagir Surabaya. Berbagai aktivitas manusia di sekitar sungai telah menyebabkan terjadinya degradasi pada ekosistem Kali Surabaya yang menyebabkan penurunan kualitas air, berkurangnya luas daerah sempadan sungai dan punahnya berbagai jenis biota alami sungai.
Ancaman
Kegiatan pertanian konvensional, industri dan domestik membuang limbahnya ke sungai dan mencemari sumber air baku air minum masyarakat hingga kualitas airnya tidak memenuhi baku mutu air Kelas 1 menurut PP No.82/2001 untuk peruntukan air minum. Tercemarnya air Kali Surabaya menimbulkan ancaman kesehatan masyarakat dalam jangka panjang yang mengkonsumsi air minum yang bersumber dari Kali Surabaya karena beberapa jenis bahan pencemar logam berat beracun sukar untuk dihilangkan dari dalam air. Ratusan industri membuang limbahnya ke sungai dan air Kali Surabaya mengandung logam
berat seperti; timbal (Pb), besi (Fe), kadmiun (Cd), tembaga (Cu). Konsentrasi logam berat tersebut pada umumnya melebihi batas yang telah ditentukan.
Tak kenal maka tak sayang“ itulah yang terjadi pada nasib Kali Surabaya. Sempadan sungai adalah bagian yang tak terpisahkan dari Kali Surabaya, sehingga kerusakan/gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia akan berdampak pada keseimbangan ekosistem sungai. Di sepanjang sempadan Kali Surabaya masih tersisa kearifan tradisional masyarakat lokal
dengan memanfaatkan potensi
Tumbuhan berkhasiat obat (TOGA dan terdapat 105 jenis tanaman berkhasiat obat. Potensi keanekaragaman hayati Kali Surabaya yang masih tersisa adalah 18 jenis ikan, 22 jenis burung, 2 jenis reptil, 2 jenis mamalia, 56 jenis makroinvertebrata. Biota air serta memiliki peranan penting dalam ekosistem sungai, meningkatkan kesuburan tanah, dan menjaga keseimbangan populasi biota hama.
PROGRAM DAN KEGIATAN Belajar dan menyatu dengan alam
Menelusuri Sumber Pencemaran
Di sepanjang aliran Kali Surabaya terdapat ratusan industri. Pada umunya pabrik-pabrik ini membuang limbah ke sungai tanpa pengolahan, sehingga menimbulkan kerusakan ekosistem Kali Surabaya. Hal ini dapat dilihat dari perubahan warna air, bau air dan kadangkala banyak ikan yang sekarat (munggut). Tentunya semua ini akan mempengaruhi kesehatan manusia yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu perlu dilakukan penyelidikan untuk mengusut sumber pencemaran Kali Surabaya.
Apotik Hidup Bantaran Kali Surabaya
Bantaran sungai yang masih tersisa dari pembangunan dan desakan perumahan bagi masyarakat ternyata menyimpan keanekaragaman hayati jenis tanaman berkhasiat obat (TOGA) sebanyak 105 jenis. Jenis-jenis tanaman ini sangat menguntungkan bagi penyembuhan penyakit dan ternyata kearifan lokal masyarakat sempadan masih menggunakan tanaman obat sempadan kali untuk mencegah penyakit. Akan lebih menarik ketika muncul kesadaran dari berbagai pihak untuk menjaga sempadan sungai sebagai kawasan lindung sehingga keanekaragaman hayati tanaman berkhasiat obat dapat terjaga keutuhannya.
Sungai Rumah Makroinvertebrata
Makroinvertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang, berukuran cukup besar sehingga masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Biota-biota kecil air tawar ini berperan sebagai bioindikator kualitas air yang dihuninya. Kualitas air dan keanekaragaman hayati saling terkait erat satu sama lain, sehingga penurunan kualitas air oleh pencemaran akan menyebabkan gangguan pada kehidupan biota dan mempengaruhi keanekaragaman hayatinya
Rute JELAJAH Kali Surabaya
Perjalanan penjelajahan Kali Surabaya terbagi dalam 2 rute antara lain:
I. Rute Pembersih Kaca
Perjalanan dimulai dari dam Gunugsari sampai muara Kali Tengah dengan jarak tempuh kurang lebih 8 km dan membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan. Yang dapat dilihat: Pemanfaaatan bantaran untuk kawasan terbangun sebanyak 1500 bangunan rumah dan 100 lebih bangunan industri berderet dibibir sungai. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan Kali Surabaya; buang hajat, mandi dan mencuci (MCK) akan sangat mudah dijumpai dijalur ini. Pada badan air dapat dilihat Sludge (gumpalan warna hitam) yang mengambang berasal dari limbah Pulp (bubur kertas) bersumber dari 4 industri kertas yang menyumbang 84% pencemaran organik kali Surabaya. Disela-sela bangunan masih dapat dijumpai tegalan pisang dan kita akan sering menjumpai kecepak-kecepak ikan Suckermouth/ ikan pembersih kaca.
II. Jalur Sribombok
Dimulai dari muara kali tengah sampai kawasan belakang PT Miwon kurang lebih berjarak 8 km dan membutuhkan waktu 2 jam perjalanan. Pada rute ini sebagian bantaran kali masih memiliki potensi keanekaragaman hayati. Apabila diperhatikan dengan seksama diantara semak alang-alang dan gelagah akan dijumpai jenis fauna antara lain; srimbombok, Nyambik dan Garangan. Untuk Garangan hanya dapat dijumpai pada saat fajar dan senja serta beragam pemanfaatan bantaran secaraarif dapat dijumpai disepanjang jalur yang airnya masih relatif bersih.
Aktivitas yang dapat dilakukan pada rute ini adalah: Pengamatan Burung (Bird watching) dan identifikasi keanekaragaman jenis tanaman obat (Toga).
Namun apabila para peserta berkeinginan untuk melakukan penjelajahan pada kedua rute ini, maka secara maksimal kita akan melakukan uji kualitas air dengan melakukan pengamatan makroinvertebrata dengan membandingkan antara rute pembersih kaca dengan rute Sribombok. Sehingga kita akan bisa mendeteksi sumber-sumber pencemaran Kali Surabaya.
Pendaftaran dan Informasi lebih lanjut:
Lembaga Kajian ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) Jl. Raya Bambe 115 Bambe – Driyorejo - Gresik 611770 - Jawa Timur Telp. 031 750 8837
E-mail : ecoton@ecoton.or.id
Situs : www.ecoton.or.id
|